Kekuatanku daripadaMu, daripadamu [sambungan]

Dan jika ana katakan ana kuat...
mungkin ia hanya lahiriah..ahh...mengapa perlu berdusta...
Afwan...afwan...afwan...
Entah kali keberapa air mata ini menitis di hadapan lap tersyg...
takkan sekali2 dititiskan di hadapan mereka...
biarlah jika mereka membaca
namun, takkan sekali2 akan ana tunjukkan lagi...

ah...perasaan itu datang lagi.
selepas ana berkunjung ke blog adik ini...

Ibarat ana yang masih lagi bertatih disuruh berlari
tanpa sokongan...
ah..kadang2 hati memberontak kenapa perlu ditinggalkan sebegini rupa
tatkala diri ini masih baru belajar
nampak sahaja ibarat gah di luar...ahhh...umpama dusta belaka...
namun, itulah ketentuan Ilahi
itulah yang terbaik untuk ana...
jika sudah ditakdirkan dari azali lagi...

Ana kata ana dah bersedia tapi mengapa masih titis mutiara ini jatuh di pipi...
ah...emosinya ana saat ini...
Seorang daieyah tak boleh manja melayan perasaan tapi mengapa ana jadi begini
ana punya adik2 yang menjadi kekuatan ana namun mengapa masih berkeluhkesah...
ya Allah...kuatkanlah hambamu ini...

Teringat perbualan ana dengan adik ana tadi...
Katanya, dia belum bersedia berpisah dengan kakak2 di sini...
namun, ana katakan ana sudah penat bersedih dan sudah tiba masa untuk bersedia tapi mengapa masih luruh di pipi titis2 itu...
Kuatkanlah ana dengan kekuatanMu ya Rabb, dengan kekuatan daripada adik2 ana tersayang.

Doa ana padamu ya Rabb,
Engkau jadikanlah kami antara 7 golongan yang dinaungi arasy Allah
yakni
mereka yang bertemu dan berpisah kerana ALLAH...insyaAllah..amiinn...

Mereka punya tugas mereka di sana...
begitu juga ana di sini...
Banyak lagi tangan yang masih menggapai2 mengharap hidayahMu ya Allah...
Di jalan ini kami bertemu, di jalan ini juga kami berpisah...

Wallahualam.
Wassalam.

Dari Rumah Asad ,
01:50 am
26 Mac 2010.

2 comments:

ポラリス March 26, 2010 at 1:29 AM  

salam alaik...

ya ruhi... kita punya rasa yang sama rupa2nya.. sering kali berkata sudah penat menangis tapi bila bersendirian air mata itu bergenangang.. subhanallah, indah sekali jika hati itu sudah bertautan kerana-Nya...

Benar kita akan punya adik2, tapi kehilangan kakak2 tersayang dari pandangan mata kita tetap menjadikan hati ini luluh.. maha besar kuasa Allah itu. Saya ni yang baru berkenalan dengan kakak2 tu semua pon terasa kehilangan apatah lagi kamu. Semoga kita sama2 kuat menghadapinya.

Jangan biarkan kepergian mereka mengurangkan rasa himmah kita utk menabur baja pada yang akan datang. biiznillah..

gambarimashou ne(=

Unknown March 27, 2010 at 5:22 AM  

Sangat mengagumkan keadaan seorang mukmin sebab segala keadaan untuknya (dianggap) baik dan tidak mungkin terjadi demikian kecuali bagi seorang mukmin. Jika mendapat nikmat dia bersyukur maka syukur itu lebih baik baginya. Dan bila menderita kesusahan dia sabar maka kesabaran itu lebih baik baginya. - Hadis riwayat Imam Muslim (no: 2999)

Pages

"Dan ingatlah ketika suatu umat daripada mereka
berkata.
"Mengapa kamu menasihati kaum yang akan dibinasakan atau di azab Allah dengan azab yang sangat keras?"Mereka menjawab,"Agar kami mempunyai alasan (lepas tanggungjawab) kepada Tuhanmu dan agar mereka bertaqwa."
(Surah Al-'Araf,7:164)